SINOPSIS
Klik disini versi Pdf
Klik disini Versi flipbook
TELITI SEBELUM KLIK
Gadget atau gawai terutama handphone (HP) sudah menjadi bagian tak terpisahkan dalam keseharian. Tidak hanya terbatas sebagai alat komunikasi maupun sekedar gaya hidup, namun sudah menjadi pendamping keseharian, sekalipun di dalam rumah. Perkembangan teknologi menjadikan HP semakin canggih sebagai alat bantu kehidupan zaman now. HP dapat digunakan untuk menyimpan identitas diri seperti SIM, KTP dan kartu-kartu penting lainnya hingga untuk melakukan berbagai macam transaksi. Belanja rumah tangga pun cukup dengan menggunakan HP. Dompet boleh ketinggalan, tapi selama HP tetap di tangan, semua akan teramankan. Apalagi saat ini QRIS sudah sangat dikenal dalam sistem pembayaran nontunai. Dari warung kecil dan gerobak pinggir jalan, dari kota besar hingga pelosok perdesaan, bahkan untuk mengisi kotak amal. Keluarkan HP buka aplikasi, dan transaksi terbayar dengan sah. Semua kemudahan yang dapat dilakukan dengan menggunakan HP ini bukan berarti tanpa
risiko. Akhir-akhir ini ditengarai banyaknya kejahatan dengan menggunakan teknologi komputer, jaringan internet dan perangkat tersebut menyasar kepada mereka yang mudah terbujuk oleh iming-iming keuntungan. Dalam profilnya penjahat memakai baju seragam perusahaan dengan segala aksesorisnya dengan latar belakang logo perusahaan, tergantung sasarannya. Korbannya tidak hanya mereka yang gagap teknologi.
Hati-hati dengan penawaran yang menggiurkan, baik berupa barang ataupun keuntungan transaksi. Waspada terhadap informasi transaksi jika memang tidak sedang bertransaksi. Tidak perlu tergiur dengan penawaran. Tidak perlu mensikapi informasi secara berlebihan. Tidak usah panik. Karena disitulah awal kemungkinan terjadinya penipuan. Dalam kondisi yang demikian penjahat semakin mudah mengendalikan dan mengarahkan agar dipenuhi permintaannya. Oleh sebab itu jika mengalami yang demikian, apapun yang ditawarkan, yang diinformasikan ataupun yang diperintahkan, jika tidak masuk akal, cukup dibaca, diketahui atau didengarkan, tidak perlu bereaksi dan lupakan.
Yang tidak kalah penting seyogyanya juga perlu bijak dalam mengunakan gawai agar tidak mudah mengomentari sesuatu yang sensitif yang berpotensi menjadikan ketidaknyamanan bagi liyan (orang lain). Saring informasi, hindari menyebarkan hoax, jaga kesantunan. Mulutmu harimaumu adalah peribahasa sebagai ungkapan akan bahayanya ucapan lisan dalam pergaulan. Ungkapan tersebut bermetafora di era digital menjadi jari-jarimu pedangmu saat bermedia sosial. Bila tidak dapat mengontrol saat memegang gawai, entah itu PC, Laptop ataupun HP, jari-jari dapat menajam merugikan diri sendiri.
"Bila cuti pergi ke museum batik berbekal segelas kopi, tak rugi teliti sebelum klik agar tak menyesal kemudian hari"..
Salam. (eMDe)
